Suherlanda

Suherlanda

Minggu, 02 April 2017


Maafkan Aku yang Tak Bisa Berhitung 
Karya Cerpen Suherlanda

Matematika ... mungkin aku adalah salah satu dari sekian banyak anak didunia ini yang tidak bisa berhitung atau bisa dibilang bodoh dalam Matematika ...ya sekarang aku duduk dibangku SMA kelas Dua Belas  Hampir selesai, memang sudah banyak perjalanan yang aku tempuh diberbagai tempat di dunia pendidikan ya Matematika aku pernah dicemoohkan dan bahkan dibenci oleh guru-guru yang mengajariku pelajaran ini.. dirumah aku diajarkan berhitung oleh Ibuku..saat itu setelah Magrib aku sudah siap-siap belajar membaca dan berhitung ..ibuku bahkan serasa putus asa mengajariku berihitung. Aku selalu menangis jika tidak bisa.. dan bigung dengan pelajaran yang satu ini. waktu itu aku kelas satu SD Tahun 2002 saat itu wali kelasku ialah seorang guru Matematika masa kelam pada saat itu masih terngiang diingatanku pelajaran ini membuatku tidak naik kelas. Ya masih lugu ..belum mengerti ..pada saat itu orang tuaku menangis lugunya masa-masa itu membuatku tak mengerti apa itu ''Tinggal Kelas''. 2003 aku berusaha kembali dikelas satu dengan teman-teman baru ya predikat tidak naik kelas menjadi bahan ejekan teman-temanku saat itu ..Saat itu aku duduk dibelakang guru matematikaku saat itu ilalah bu' Laurenta ia selalu sabar mengajariku jika aku disuruh kedepan dan aku tidak bisa beliau dengan tulus mengajariku dan jika tidak bisa lagi .. beliau menyuruhku untuk duduk beliau menuliskan nilai yang membuatku selalu mengingat beliau ketika membuka rapor itu..berlanjut ditahun 2004 kelas dua walikelas ku saat itu ialah guru Matematika lagi kali ini beliau ialah seorang guru yang baik beliau pernah menawariku untuk mengikuti bimbel dengannya.. saat kelas dua aku selalu menyontek teman-temanku yang pintar aku akui ini perbuatan yang tidak baik saat dimatan SMA kami dipertemukan Dan aku sempat meminta maaf selepas beberapa bulan aku pun keluar dari SMA senang sempat meminta maaf sebelum ditakdirkan untuk di Drop out dari sekolah ...berlanjut dikelas Tiga ditahun 2005 lagi-lagi Matematika ku Turun aku pada masa ini kami berteman dan membuat kelompok belajar tapi tetap saja Nilaiku Rendah. Berlanjut Lagi dikelas 4 Nilai Matematika pun sama tidak ada perubahan sama sekali ..Walikelasku juga seorang Guru Matematika dikelas ini aku pernah mengikuti lomba menggambar bersama teman-temanku namun aku belum berhasil.berlanjut lagi dikelas 5 Matematikaku makin parah dan kelas enam juga begitu beranjak dari SMP  Nilai Matematikaku Selalu Aman entah nilai kasihan  mungkin ..yang berkesan ialah ketika Beliau yakni Bu' Eka mengajakku untuk les bersama dan ikhlas mengajariku tanpa dibayar aku tidak bisa dikarenakan ada beberapa masalah keluarga terlebih semenjak aku diusir dari rumah yang mengharuskan aku bersekolah dengan jarak rumah yang lebih jauh lagi. ada satu guru lagi yakni Bu' Darmi beliau selalu mengajarkan kami bahwa matematika ada disekitar kita beliau selalu mengajak kami bercanda agar kami tidak bosan dan tidak membenci matematika...ada lagi pak Zulkifli beliau selalu memngajar matematika beliau juga selalu bercanda masa-masa ini lah aku bisa memahami matematika tidak sesulit itu karna beliau mengajar selalu memahami karakter siswa untuk belajar matematika .. bukan Matematika harus dipahami oleh setiap siswa.. Masa-masa masuk ke SMA favorit ini merupakan masa-masa kelas yang pernah aku alami .. Matematika ..lagi-lagi menakutkan aku benar-benar tidak mengerti aku hanya mengandalkan mereka yang mau berbagi denganku bahkan setiap ulangan satu jawabanpun tak kuisi... guru tersebut bilang ''Engkau Kalau Tak Ngerti Cakap'' aku bisa terima apa yang menjadi kekuranganku karena Matematika tapi perkataan kasar aku akan selalu ingat ...aku tidak terlalu membesar-besarkan hal itu akhirnya dengan segala kekurangan itu aku mundur dari SMA tersebut dan Rela Untuk di DO Masa-masa pencarian sekolah baru Matematika di SMA Baru masih dibilang cukup berat lagi diSMA baru untuk Matematika saja aku harus dicemoohkan oleh guru ...Guru tersebut memberiku nilai yang rendah dari sebelumnya mungkin karna aku memang tidak bisa. Dikelas Tiga Ini lebih lagi aku selalu berharap mereka yang memiliki ilmu yang lebih agar bisa membantu mereka yang belum memahami pelajaran yang satu ini tapi tak satu pun dari mereka yang mau ... beliau selalu mengajar dan memuji mereka yang pintar ..sementara aku yang duduk dibelakang dianggap seperti tidak ada.. dari semua pengalaman baik guru-guru yang sudah mengajariku aku sangat berterima kasih ... Nilai- nilai itu aku sangat menghargainya.. Maafkan aku yang tak bisa berhitung yang serba kekurangan dalam Matematika... sungguh ...

2 komentar:

  1. Pegawai saya banyak yg begitu. Perkalian sederhana (1x1 sampe 10x10) saja ga bisa pdhl lulus SMA/SMK, bahkan ada yg S1. Menyedihkan sekali kualitas lulusan pendidikan negara ini.

    BalasHapus
  2. Iya sebenarnya manusia sejak lahir sudah diberikan kemampuan yang ketika seseorang diberikan kemampuan lebih dimatematika itu suatu anugerah dan juga kemampuan yang lainnya dan jika kita diberikan kemampuan dibidang bahasa itu juga anugerah. Kita memiliki kemampuan masing-masing. Terima Kasih Sigit sudah singgah

    BalasHapus